DI BALIK AWAN IBU PERTIWI


Goresan penaku saat berada dibalik awan putih puncak tahura kalsel..aku terkadang berpikir tentang ibu pertiwi..ia kaya namun tak ada yg diwariskan kecuali pecah belahan..jikalau..hanya jikalau...kita sadar tentang perbedaan beragama...dan berlandas pada asas tolerasi islam yg begitu indah..maka tak ada lagi perpecahan..yakin saya akan itu...saya tak pernah berkata dan bersuara tentang persamaan agama..karena bagi saya itu semua sudah tercantum dalam akhir ayat surat al maidah ayat 3..juga dengan kita menilik sejarah panjang kemerdekaan indonesia....sajak saya islamisasi bangsaku sedikit banyaknya semoga bisa membuka kita terhadap sejarah masa lalu..antara islam dan indonesia..aku tulis sajak ini pada secarik kertas yg telah menguning..di balik awan indah tanah ibu pertiwi..

Di atas sini..
Kutemukan rasa nasionalis
Kubentuk rasa yg kata orang patriotis
Padahal aku semakin merasa miris pada bangsa yg semakin Kritis..

Kamu !
Saudara sebangsaku..
Yg berbasis Pancasila berhukum UUD 45
Mari bangun..kamu sudah lama tertidur di balik media..

Kamu !!
Saudaraku dalam iman dan taqwa
Yg berkata cinta pada nabi dan para pengikutnya...
Bangkitlah !!
Bersatu di atas tali yg telah dipasang ilahi
Di bawah Panji Alquran dan Sunnah nabi kita berlari

Tapi ingat..yg kamu ikuti haruslah pemahaman salaful ummah serta para ulama pewaris nabi..

واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا...

Saudara sebangsa : huzaifah bin ali bin ahmad bin umar